Wednesday, April 01, 2009

Mega Kritisi DPT-BLT

Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengritisi DPT dan BLT kemarin. Ketua umum DPP PDIP itu menilai DPT belum akurat. Sedangkan BLT dinilai mekanismenya perlu diperbaiki, akrena memunculkan antrean, desakan, dan membahayakan.

Hal ini disampaikan saat menghadiri bati sosial yang digelar caleg PDIP di Kota Sumenep kemarin. Putri Bung Karno itu mengaku heran dengan DPT. Menurut dia, sejumlah data pemilih di berbagai KPU kabupaten/kota pantas diduga tidak valid. Indikasinya, ada beberapa data di DPT yang memunculkan nama ganda, pemilih di bawah umur, dan pemilih yang sudah wafat. Akibatnya, DPT menggelembung. Itu terjadi di hampir secara nasional.

Dia meminta KPU segera memerbaiki DPT di seluruh Indonesia. Dia menengarai, indikasi tidak beresnya DPT diawali sejak pilgub Jawa Timur. Di luar Jatim, dia menduga hal yang sama juga terjadi. Mega menduga terjadi pembiaran DPT hingga menjelang pelaksanaan pemilu. Akibatnya, KPU kabupaten/kota, provinsi, dan pusat repot menjelang pemilu 9 April mendatang. "Coba kalau verfikasi DPT dilakukan sejak awal, pasti hasilnya lebih baik," terangnya.

Terkait BLT, Mega minta tidak ada pengalihan isu. Seolah-olah, katanya, dia tidak setuju BLT. Padahal, dia hanya mengritisi realisasi BLT. Menurut dia, selama ini BLT diberikan kepada warga miskin yang tidak terukur indikasi kemiskinannya. Pencairannya terkesan tidak teratur.

Buktinya, kata dia, BLT diberikan dalam situasi yang berdesakan dan dapat mengancam lansia. Mestinya, pemerintah mengevaluasi BLT apakah harus diberikan seperti selama ini atau ada cara lain yang lebih pas.

Dia mengusulkan BLT direalisasikan dalam bentuk fisik yang lebih bermanfaat untuk umum. "Saya tidak menolak BLT karena dianggarkan APBN. Hanya mekanismenya (yang perlu diperbaiki)," ujarnya didampingi mantan menperindag Rini Suwandi dan anggota DPR RI MH Said Abdullah.

Saat ditanya wartawan mengenai pilpres, Megawati hanya tersenyum. Sebagai partai politik, PDIP dipastikan mengajukan calon presiden.

Dalam jangka pendek, Mega berulangkali minta KPU melakukan perbaikan data dan komponen lainnya terkait pelaksanaan pemilu 9 April mendatang. Jika DPT harus dilindungi aturan, dia berharap KPU lebih peka demi pemilu yang aman, tepat, dan tidak merugikan siapa pun.

Megawati hadir di Sumenep memenuhi undangan SAI (Said Abdullah Institute), DPC PDIP, dan Pontren SAY (Said Abdullah Yes). Mega bersama rombongan seharusnya landing di Lapangan Terbang Trunojoyo pukul 10.00. Tapi karena mengikuti acara lain di Surabaya, Mega baru mendarat di Sumenep pukul 11.00. Pukul 11.30, Mega bersama rombongan tiba di sekretariat pontren SAY Jl Halim Perdana Kusuma.

Meski hujan deras, ribuan massa dan simpatisan PDIP tetap bertahan menunggu Mega berorasi. Pukul 12.45, Mega berpamitan menuju Surabaya. (abe/mat)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 01 April 2009

Labels: , , , ,

Gelar Baksos, Mega Puji Said

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri memuji kadernya, MH Said Abdullah. Rupanya, Mega tidak hanya mendengar Said aktif di kegiatan sosial, tapi kemarin dia merasa menyaksikannya sendiri.

Mega menyampaikan hal itu saat menghadiri bakti sosial (baksos) yang digelar SAI (Said Abdullah Institute), SAY (Said Abdullah Yes), PDIP bersama PMI di markas Pontrend SAY Jl Halim Perdana Kusuma Sumenep.

Selan itu, Mega datang ke Sumenep untuk memberikan dukungan kepada kader PDIP maupun warga secara umum. Dia mengatakan, SAI, SAY, dan PDIP telah memberi ruang kebersamaan dalam bentuk bakti sosial. Dia berharap warga bisa berinteraksi untuk kepentingan bersama pula.

Mega juga menyinggung soal Jembatan Suramadu. Dia yakin Suramadu akan memberi manfaat kepada masyarakat Madura. Saat menjadi presiden, dia ikut andil dan turut serta dalam pemancangan tiang Jembatan Suramadu.

Hanya, menurut dia, belakangan proses penyelesaian jembatan agak lamban. Seharusnya, Suramadu bisa lebih cepat selesai dan dioperasikan. "Betapapun, Madura masih terus memerlukan percepatan pembangunan," ujarnya.

Sebelumnya, MH Said Abdullah menyampaikan laporan. Caleg DPR RI nomor urut 1 dapil XI Madura ini mewajibkan caleg PDIP mendonorkan darahnya. Alasannya, warga Madura masih kekurangan darah untuk warga lainnya yang memerlukan.

Menurut dia, nasionalis sejati harus bisa memberi manfaat kepada sesamanya. Karena itu, dia menilai donor dan sunatan masal terlalu kecil dibanding kegiatan lain yang lebih besar. "Dengan bakti sosial ini, mudah-mudahan di antara kita semakin bermakna," harapnya.

Said memaparkan, berdasarkan data, jumlah anak yang disunat gratis 600-an anak. Sebagian besar dari Kabupaten Sumenep dan lainnya berasal dari ujung timur Pamekasan yang berbatasan dengan Sumenep.

Sedangkan pendonor darah dari kader PDIP dan masyarakat umum. "Selain bakti sosial, kami juga mengawal padi MSP (Mari Sejahterakan Petani)," katanya.

Said berterima kasih kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri yang meluangkan waktu hadir di baksos. Meski sibuk dengan berbagai acara menjelang pemilu, tetapi mega hadir di tengah bakti sosial. "Terima kasih Ibu (Megawati), terima kasih Mbak Rini (Rini Suwandi, mantan Menperindag)," ujarnya.

Acara Baksos juga dimeriahkan kelompok musik pecah-belah (Lentera STKIP) dan Ul-Daul. Tampak hadir Ketua DPC PDIP Sumenep Hunain Santoso, caleg PDIP untuk DPRD Jatim Moh. Imam, dan caleg lainnya dari PDIP di seluruh Madura. (abe/advertorial)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 01 April 2009

Labels: , , ,