Tuesday, June 30, 2009

KPU Bangkalan Serahkan DPT Ke Tim Sukses

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin, menyerahkan slinan daftar pemilih tetap (DPT) pada masing-masing tim sukses pasangan capres dan cawapres di wilayah tersebut.

"Salinan DPT Pilpres yang kami serahkan berupa video compact dist (VCD), bukan berupa lembaran," kata Ketua KPU Kabupaten Bangkalan, Fauzan Jakfar.

Fauzan menjelaskan, DPT tersebut berbentuk program PDF. Hal itu dilakukan supaya isi DPT Pilpres tidak bisa diubah. Sehingga jumlah DPT yang diterima antara tim sukses yang satu dengan YANG lain sama.

Memilih model PDF karena data yang berada di dalamnya sulit diubah. Berbeda, dengan program lainnya yang mudah diotak-atik.

Menurut Fauzan, jumlah DPT Pilpres di Kabupaten Bangkalan sebanyak 709.019 orang. "Itu ada penambahan sekitar 10 ribu lebih bila dibandingkan dengan DPT Pemilu Legislatif 2009, yang hanya 698.197 orang," katanya.

"Yang perlu saya pastikan, DPT ini tidak ada yang fiktif. Semuanya ada nomor induk kependudukan (NIK) dan alamatnya jelas," katanya.

Selain DPT yang mengalami perubahan, sambung Fauzan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS), juga mengalami perubahan. "Jumlah DPT mengalami penambahan, sedang jumlah TPS mengalami penurunan," katanya.

Pada saat Pemilu Legislatif, jumlah TPS tercatat 1.905 unit, tapi kini hanya berjumlah 1.681. Ini disebabkan DPT pada setiap TPS ditambah, seperti biasanya DPT tiap TPS berjumlah 500 pemilih, sekarang 800 pemilih per TPS, katanya.

Sementara itu, Ketua tim sukses pasangan Capres dan Cawapres Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) Kabupaten Bangkalan, Aliman Haris, memberikan apresiasi terhadap KPU yang bersedia memberikan DPT Pilpres tersebut.

"Dengan diberikannya DPT ini, berarti KPUD sudah bersikap terbuka dan fair dalam Pilpres 2009. Kami akan melakukan pengecekan terhadap keberadaan DPT ini," kata Aliman Haris.

Sumber: Antara, Selasa, Juni 30

Labels: , , , ,

Sunday, June 21, 2009

DPT Pilpres di Sampang Bertambah

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilu presiden (Pilpres) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), bertambah sebanyak 32.830 pemilih dibanding jumlah DPT Pemilu Legislatif (Pileg) 2009.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Abu Achmad Dhofir Syah, Kamis (11/6), jumlah DPT Pilpres di Kabupaten Sampang saat ini sebanyak 639.551 pemilih. Pada Pileg 2009 jumlah DPT di Kabupaten Sampang yang tersebar di 14 kecamatan sebanyak 606.721.

“Sekarang ini sesuai hasil pendataan yang dilakukan KPU dan verifikasi faktual di lapangan, bertambah 32.830,” katanya.

Meski DPT bertambah, tapi jumlah tempat pemungutan suara (DPT) tetap sama seperti Pileg 2009.

Menurut Abu, jumlah TPS pada Pileg 2009 sebanyak 1.453 TPS yang tersebar di 186 desa/kelurahan.

“Saat ini jumlah maksimal per-TPS sebanyak 800 orang pemilih. Sedang pada Pemilu 2009 jumlah maksimalnya 500 orang pemilih. Makanya meski ada penambahan pemilih, jumlah TPS tetap,” katanya menjelaskan.

Selain karena banyak pemilih pemilih pemula yang telah memasuki usia 17 tahun sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan KPU, yang masuk dalam penambahan jumlah pemilih di Kabupaten Sampang itu, juga karena penduduk pendatang dan pensiunan TNI.

Dari jumlah 639.551 itu, pemilih perempuan di Kabupaten Sampang tercatat lebih banyak dibanding pemilih laki-laki. Pemilih laki-laki berjumlah 315.003 orang, sedang pemilih perempuan mencapai 324.548 orang pemilih. (ant)

Sumber: Surya, Kamis, 11 Juni 2009

Labels: , , ,

Seratus Enam Santri Al-Amien Tak Masuk DPT

Sebanyak 106 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien, Prenduan, Sumenep yang punya hak pilih dalam pilpres 8 Juli dipastikan tidak bisa menggunakan haknya,karena tidak masuk dalam daftar pemilih tetap.

Ketua Panwaslu Sumenep, Drs H Bambang Hermanto MM Msi, mengatakan temuan itu merupakan laporan masyarakat dan panwascam setempat. Ia mengaku belum tahu mengapa hingga ratusan santri terlewat dari pendataan. ”Saya minta KPU bekerja keras untuk memasukkan 106 santri itu ke DPT. Bisa juga usul DPT susulan, sehingga suara santri tidak hilang,” kata Bambang, Jumat (19/6).

Bambang juga mengaku akan menekan para pengawas di lapangan agar menindaklanjuti temuan itu, karena mungkin masih ada warga lain yang tidak masuk DPT.

Anggota KPU Sumenep, Hidayat Andiyanto SH MSi mengatakan, tidak masuknya para santri itu dalam DPT bukan kesalahan petugas pemutakhiran data pemilih (P2DP) dan KPU. ”Sebelum DPT itu ditetapkan dan pada masa pemutakhiran data pemilih, pengasuh Ponpes Al-Amien sudah memberikan data santri yang berhak memilih kepada petugas dan semua sudah terakomodasi. Namun usai penetapan DPT, pengasuh ponpes memberikan data 106 santi itu,” katanya. (st2)

Sumber: Surya, Sabtu, 20 Juni 2009

Labels: , , , ,

Wednesday, April 15, 2009

DPT Kacau, Parpol Tuntut Pemilu Ulang

Puluhan pengurus partai politik mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu Bangkalan, Madura, Selasa (14/4). Mereka menuntut pemilu ulang karena banyak kekacauan dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Sebagai bukti, para pengurus partai menyerahkan berkas kecurangan yang dihimpun saat pemilu legislatif 9 April lalu. Berkas diserahkan kepada Ketua Panwaslu Bangkalan, M Fajar. Kecurangan itu diantaranya dalam catatan daftar pemilih tetap ada 589 pemilih yang ikut mencontreng. Padahal, pemilik nama tersebut adalah warga yang sudah meninggal atau pindah tempat.

Menurut salah seorang pengurus parpol, beberapa daerah lainnya juga mmempermasalahkan kasus serupa, yakni soal DPT. Namun, temuan mereka tak diperhatikan sehingga perbaikan DPT tak pernah terlaksana sampai pemilu akhirnya digelar.(IKA/Salli Nawali)

Sumber: Liputan6.com, Rabu, April 15, 2009

Labels: , , ,

Wednesday, April 01, 2009

Mega Kritisi DPT-BLT

Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengritisi DPT dan BLT kemarin. Ketua umum DPP PDIP itu menilai DPT belum akurat. Sedangkan BLT dinilai mekanismenya perlu diperbaiki, akrena memunculkan antrean, desakan, dan membahayakan.

Hal ini disampaikan saat menghadiri bati sosial yang digelar caleg PDIP di Kota Sumenep kemarin. Putri Bung Karno itu mengaku heran dengan DPT. Menurut dia, sejumlah data pemilih di berbagai KPU kabupaten/kota pantas diduga tidak valid. Indikasinya, ada beberapa data di DPT yang memunculkan nama ganda, pemilih di bawah umur, dan pemilih yang sudah wafat. Akibatnya, DPT menggelembung. Itu terjadi di hampir secara nasional.

Dia meminta KPU segera memerbaiki DPT di seluruh Indonesia. Dia menengarai, indikasi tidak beresnya DPT diawali sejak pilgub Jawa Timur. Di luar Jatim, dia menduga hal yang sama juga terjadi. Mega menduga terjadi pembiaran DPT hingga menjelang pelaksanaan pemilu. Akibatnya, KPU kabupaten/kota, provinsi, dan pusat repot menjelang pemilu 9 April mendatang. "Coba kalau verfikasi DPT dilakukan sejak awal, pasti hasilnya lebih baik," terangnya.

Terkait BLT, Mega minta tidak ada pengalihan isu. Seolah-olah, katanya, dia tidak setuju BLT. Padahal, dia hanya mengritisi realisasi BLT. Menurut dia, selama ini BLT diberikan kepada warga miskin yang tidak terukur indikasi kemiskinannya. Pencairannya terkesan tidak teratur.

Buktinya, kata dia, BLT diberikan dalam situasi yang berdesakan dan dapat mengancam lansia. Mestinya, pemerintah mengevaluasi BLT apakah harus diberikan seperti selama ini atau ada cara lain yang lebih pas.

Dia mengusulkan BLT direalisasikan dalam bentuk fisik yang lebih bermanfaat untuk umum. "Saya tidak menolak BLT karena dianggarkan APBN. Hanya mekanismenya (yang perlu diperbaiki)," ujarnya didampingi mantan menperindag Rini Suwandi dan anggota DPR RI MH Said Abdullah.

Saat ditanya wartawan mengenai pilpres, Megawati hanya tersenyum. Sebagai partai politik, PDIP dipastikan mengajukan calon presiden.

Dalam jangka pendek, Mega berulangkali minta KPU melakukan perbaikan data dan komponen lainnya terkait pelaksanaan pemilu 9 April mendatang. Jika DPT harus dilindungi aturan, dia berharap KPU lebih peka demi pemilu yang aman, tepat, dan tidak merugikan siapa pun.

Megawati hadir di Sumenep memenuhi undangan SAI (Said Abdullah Institute), DPC PDIP, dan Pontren SAY (Said Abdullah Yes). Mega bersama rombongan seharusnya landing di Lapangan Terbang Trunojoyo pukul 10.00. Tapi karena mengikuti acara lain di Surabaya, Mega baru mendarat di Sumenep pukul 11.00. Pukul 11.30, Mega bersama rombongan tiba di sekretariat pontren SAY Jl Halim Perdana Kusuma.

Meski hujan deras, ribuan massa dan simpatisan PDIP tetap bertahan menunggu Mega berorasi. Pukul 12.45, Mega berpamitan menuju Surabaya. (abe/mat)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 01 April 2009

Labels: , , , ,