Friday, June 01, 2007

Mengenal Tresna Art dan Gallery Bangkalan

Bangun Rumah Joglo Khas Madura, Koleksi Terus Ditambah

Berbagai upaya terus dilakukan Tresna Art dan Gallery Bangkalan. Galeri yang berdiri di atas lahan seluas 9 x 7 meter itu menambah bangunan baru berciri khas Madura. Tujuannya, agar konsumen yang akan membeli barang khas Madura terasa lebih nyaman.

Kini, Tresna Art dan Gallery di Jalan KH Moh. Kholil XII/29 Bangkalan terasa lebih nyaman. Rumah joglo khas Madura telah berdiri di dekat air mancur yang dilengkapi kolam ikan. Suasana semakin asri dan memunculkan suasana pedesaan ketika suara kicau burung saling bersahutan.

Sehingga, tidak berlebihan jika Tresna Art dan Gallery menjadi salah satu jujugan one day one trip peserta Majapahit Travel Fair (MTF), kemarin. Sebagai ucapan selamat datang (welcome drink), peserta MTF disuguhi minuman biddang poka’ yang menjadi minuman khas Madura.
Sekitar 3 jam delegasi MTF berada di area Tresna Art dan Gallery. Mereka terlihat betah karena bisa melihat dari dekat perajin batik dan berbagai barang khas Madura. Selain tertarik batik Tanjung Bumi, tamu MTF juga kepincut makanan khas Madura. Bahkan, mereka banyak yang memborong camilan khas Madura.

Menurut Supik Amin, pemilik Tresna Art dan Gallery, batik Tanjung Bumi lebih disukai meskipun harganya lebih mahal dibandingkan dengan batik dari daerah lain. Kebanyakan, turis dari Thailand memborong batik tulis Tanjung Bumi karena dinilai unik, berkualitas, dan bahannya sangat bagus. "Delegasi dari Thailand memborong batik Tanjung Bumi dengan harga Rp 1 juta dalam jumlah besar. Harganya memang mahal karena pengerjaan butuh waktu lama. Tapi, harga pameran tetap sama dengan harga galeri," kata pegawai Kantor Pariwisata Bangkalan ini.

Supik punya obsesi untuk memproduksi sendiri batik Madura. Sehingga, semangatnya untuk belajar membatik sangat besar. "Saya belajar membatik, karena saya ingin di galeri ini juga memroduksi batik sendiri," ujarnya.

Tresna Art dan Gallery berupaya mempermudah tamu yang dari luar Kota Bangkalan melihat produk khas Bangkalan maupun Madura. Barang-barang yang dijual, seperti batik tulis dari seluruh Madura (batik tulis Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan) dengan harga yang berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta ke atas.

Selain itu tersedia pecut, camilan khas Madura, kripik gayam, talas, sukun, kripik tèttè, kacang goreng, kacang lorju’, satru, emping, renggingang. Juga ada kopyah sutera. "Kami juga melayani pesanan lukisan dari pelukis lokal, ukiran Karduluk (Sumenep), ranjang, kursi, lemari, perahu kecil (prototipe), kami juga melayani pesanan. Bahan-bahan membatik juga ada," urai Supik.

Ketika ditanya obsesinya, Supik ingin mempromosikan Bangkalan dan mengenalkan berbagai kerajinan khas Madura. Karena itu, dia menggandeng pengusaha kecil dan para perajin. Seperti, pembuat katombuh dari daun siwalan di Kecamatan Tanjung Bumi. Juga tas dan topi dari tali agel yang dikerjakan pengungsi asal Kalimantan Tengah.

Untuk lebih mengenalkan Tresna Art dan Gallery kepada khalayak, Supik bekerja sama dengan beberapa travel dalam paket kunjungan wisata di Madura. Konsumen bisa mengunjungi Tresna Art dan Gallery yang beralamat di KH Moh Kholil XII/29 Bangkalan. Telp (031) 3095806 atau HP 0811334314.

Bagaimana tanggapan peserta MTF? Safitri, asal Sleman, Jogjakarta, mengaku suka dengan suasana galeri. Suasananya sangat asri meskipun berada di pusat kota. "Saya suka dan betah berada di sini (Tresna Art dan Gallery, Red)," katanya. (TAUFIQURRAHMAN)

Sumber: Jawa Pos, 25/05/2007

2 Comments:

At 10:30 PM , Blogger Admin Blog said...

salam kenal, saya pgn tahu lebih banyak mengenai batik tulis khas bangkalan, bisa memperinci datanya? trims. http://disease-article.blogspot.com/

 
At 11:10 PM , Blogger griyabatik said...

Dear Batik Lovers yang tertarik batik madura, khususnya batik Tanjung Bumi bisa hubungi kami di http://butikaulia.com, http://theovilla.multiply.com

Atau langsung datang ke toko batik madura kami, AULIA Batik Madura, yang
berlokasi di Jl. Trunojoyo
73 Bangkalan.. ^_^

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home