Tuesday, May 22, 2007

Lahan Meningkat, Pembelian Cenderung Turun

Semangat yang tinggi dari petani untuk menanam tembakau, justru dikhawatirkan bertolak belakang dengan kebutuhan pihak pabrikan. Sebab, berdasarkan proyeksi tembakau tahun 2007, luas areal lahan di Pamekasan diperkirakan mencapai 31.367 hektare atau meningkat 549 hektare dibanding tahun 2006 yang mencapai 30.818 hektare. Sedangkan produksinya, tahun 2007 diperkirakan mencapai 18.802, 2 ton, naik dari tahun 2006 yang mencapai 17.947 ton.

Sementara rencana pembelian tembakau tahun 2007 oleh pabrikan justru cenderung mengalami penurunan. Mengutip Data Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, rencana pembelian tembakau tahun 2007 hanya 15.925 ton. Padahal, produksi tembakau diperkirakan mencapai 18.802,2 ton.

Hal itu didasarkan pada hasil kunjungan kerja di sejumlah pabrikan besar pada tanggal 11 sampai dengan 15 Maret 2007 lalu. Berdasarkan hasil kunjungan itu, tercatat rencana pembelian tembakau 2007 hanya 15.925 ton. Rinciannya, PT Djarum 1.750 ton, PT Gudang Garam (GG) 5.000 ton, PT Sampoerna 4.000 ton, PT Bentoel 1.500 ton dan lain-lain 3.675 ton.

Kepala Dishutbun Pamekasan, Ir M. Zainal Arifin, membenarkan, berdasarkan hasil kunjungan kerja pabrikan ada kecenderungan penurunan rencana pembelian tembakau. "Kalau realisasi pembelian tahun 2007 dari pabrik-pabrik besar tidak ada perubahan, dikuatirkan ada over produksi tembakau pada musim panen 2007 mendatang," ujarnya.

Atas dasar itulah, dishutbun mengimbau agar warga benar-benar memperhatikan seluruh teknik budidaya yang baik dan benar. Termasuk, imbauan penting lainnya. Misalnya, warga diminta menunda waktu tanam jika masih turun hujan, tidak menanam di lahan non potensial, tidak memperluas areal tanaman, menanam varietas yang dianjurkan, pemupukan sesuai anjuran, penyiraman tidak berlebihan, dan sebagainya. "Termasuk, nanti jangan panen muda, tidak mencampur tembakau dan sebagainya. Intinya, warga agar tetap menjaga kualitas tembakaunya," imbau Zainal.

Mengenai proyeksi mutu tembakau, jelas Zainal, pihaknya tetap optimistis akan sangat bagus. Sebab, tembakau dari Madura, khususnya dari Pamekasan, memiliki corak yang khas dan sangat diperlukan pabrikan. (akhmadi yasid)

Sumber: Jawa Pos, 21/05/2007