Saturday, May 19, 2007

Diminta Kembali ke Alam

Para petani di lingkungan Pamekasan, diminta kembali ke alam dalam menggunakan pupuk. Pasalnya, menggunakan pupuk yang diolah lewat proses kimia menjadi pupuk non organik, lambat laun bisa merusak konservasi tanah pada beberapa tahun kemudian. Apalagi, kesuburan tanah berkurang sampai akhirnya tanah tidak produktif lagi.

Komentar tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Gunung Lanceng Saiful Wahdi di Desa Duko Temor, Kecamatan Larangan kemarin. Dikatakan, kesuksesan pupuk organik dinilai nyata hasilnya yang tercermin dalam dalam panen raya kemarin. Di hadapan rombongan pemkab dan masyarakat Larangan, Wahdi menilai ada eskalasi antara menggunakan pupuk organik dengan non organik. "Hamparan padi yang tak lama lagi akan dipanen ini, menggunakan pupuk organik," katanya sambil mempersilakan undangan melihat-lihat hamparan padi di sekitar lokasi acara panen raya kemarin.

Dia menambahkan, dalam hal menggunakan pupuk organik dan gerakan kembali ke alam, masyarakat Duko Temor, Larangan menggandeng pihak ketiga dari Solo Jateng. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, katanya, padi yang berada dalam binaannya dipantau langsung oleh tenaga ahli dari luar negeri.

Itu, katanya, setelah beberapa petani asal Larangan dilatih secara khusus agar tanaman padi tumbuh subur dan tidak memiliki efek samping bagi konsnervasi tanah. "Bisa disaksikan, padi dengan organik lebih padat dan berisi," pungkasnya.

Sementara Bupati Pamekasan Ach. Syafii saat sambutan mengatakan, gerakan sadar lingkungan dan kembali ke alam tanpa merusak ekosistem, diakui cukup gencar. Itu, katanya, tak hanya terjadi di sebagian kelompok tani di Pamekasan. Tetapi di daerah lain, hal sama terjadi sebagai sikap ramah penduduk kepada alam sekitarnya.

Menurut bupati, ramah kepada lingkungan tidak saja menggunakan pupuk norganik. Tetapi, melestarikan alam diakuinya cukup penting. Terutama, menanam kembali tanah lapang atau hutan gundul dengan pohon yang bermanfaat. Baik bermanfaat untuk diambil buahnya maupun berguna untuk kelestarian lingkungan dan menjadi resapan air untuk menahan banjir. "Saatnya melestarikan alam dan lingkungan agar lebih bermanfaat," paparnya.

Hadir dalam panen raya ini antara lain Wabup Kadarisman Sastrodiwirjo, Sekkab Djamaludin Karim, dan pihak terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan. Hadir juga rombongan dari Kecamatan Larangan yang dipimpin Camat Fathorrasyid dan para petani di Desa Duko Temor. Selain itu, panen raya ini dimeriahkan oleh tari-tarian adat yang menggambarkan digelarnya panen untuk tanaman yang sudah siap dipetik hasilnya. (abe)

Sumber: Jawa Pos, 18 Apr 2007