Thursday, April 19, 2007

Potret Sukses Desa Kwanyar Barat, Bangkalan

Potensi Hasil Laut Besar, Modal Kurang


SUDAH sejak dulu, Kecamatan Kwanyar, lebih sempitnya lagi Desa Kwanyar Barat, dikenal sebagai tempat penghasil krupuk kwanyar atau krupuk sangngar. Yakni, krupuk yang digoreng dengan menggunakan pasir, bukan dengan minyak.


Saking terkenalnya, krupuk sangngar ini banyak dibeli oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat desa hingga kalangan pemerintah, untuk oleh-oleh khas dari Kwanyar. Itu karena krupuk sangngar satu-satunya produksi krupuk di Bangkalan yang digoreng pasir.


Selain krupuk sangngar, ternyata warga Desa Kwanyar Barat memproduksi krupuk lain yang kualitasnya tidak kalah, seperti krupuk udang. Produksi rumah tangga atau home industry lain yang ada adalah pembuatan terasi, ikan asin, dan ebi (udang kering). Hasil industri rumah tangga ini tidak lain karena Desa Kwanyar Barat berada dipesisir laut. Di Selat Madura inilah nelayan menagkap udang.


Dari penelusuran koran ini, memang terlihat hampir di setiap rumah warga Desa Kwanyar Barat melakukan usaha produksi hasil laut. JIka tidak krupuk sangngar, ya krupuk udang.


Menurut Kepala Desa Kwanyar Barat Mudafri, hampir 80 persen warganya berprofesi sebagai nelayan. Lalu, di desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 3 ribu jiwa atau 850 kepala keluarga (KK) dengan 8 dusun ini, sebagian warganyaadalah petani dan pedagang. Sedangkan usaha wiraswasta di bidang usaha hasil laut tersebut, banyak dilakukan oleh para nelayan sendiri dan menjadi andalan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu.


Dengan andalan usaha dari hasil laut, ada beberapa kendala yang dialami masyarakat setempat. Terutama dalam mencari bahan baku produksi, para nelayan mengenal musiman dalam menangkap udang. "Udang jadi idola nelayan di sini. Namun, kemunculan udang ini ada musimannya," tutur Mudafri.


Kendala lainnya, soal harga dan pemasaran. Sampai saat ini, krupuk hasil produksi masyarakat Desa Kwanyar Barat tidak bisa menembus pasar luar daerah dan bersaing dengan daerah lain, seperti krupuk Sidoarjo dan sebagainya. "Salah satu kendalanya adalah karena harga hasil produksinya yang mahal," terang Mudafri.


Selain itu, modal para pelaku usaha industri tangga di desa ini sangat terbatas. Sehingga, betul-betul mengharapkan kucuran modal dari pihak-pihak yang bisa membantu.


Camat Kwanyar M. Musleh SSos dalam kesempatan wawancara dengan koran ini mengatakan, sejauh ini pihak pemerintah daerah melalui kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan instansi, untuk mengusahakan bantuan bagi pelaku industri rumah tangga dari hasil laut di Desa Kwanyar Barat tersebut. (rusli djunaidi)


Sumber: Jawa Pos, 15 Apr 2007