Sunday, December 23, 2007

Anggaran Bencana Alam Terancam Hangus

Lembaga Swadaya Masyarakat Studi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (SP2M) Sampang mendesak PDAM Trunojoyo segera mencairkan anggaran kegiatan penanggulangan bencana alam. Sebab, jika sampai 15 Desember 2007 pemkab tidak mencairkan, dana tersebut hangus.

Hernandi mengaku heran dan prihatin atas kondisi tersebut. Sebab, meskipun kegiatan sudah dilakukan sejak Januari-April 2007 silam, tapi anggaran penanggulangan bencana alam sebesar Rp 104 juta belum cair. "Begitu juga alokasi anggaran November-Desember 2006 silam senilai Rp 36 juta juga belum cair," ungkapnya.

Dia juga memertanyakan dana proyek pengaliran air bersih sebesar Rp 250 juta di Sumber Bancelok, Kecamatan Jrengik, yang juga belum turun meski sudah direalisasikan. "Padahal, anggaran dari Pemprov Jatim untuk proyek tersebut sudah cair. Kenapa dana dari pemkab sendiri ngadat?" katanya.

Menurut dia, jika setiap anggaran kegiatan PDAM Trunojoyo pencairannya tersendat-sendat, pihaknya pesimistis PDAM bisa berkembang dan menjadi perusahaan besar. "Kalau ingin maju dan berkembang, PDAM seharusnya benahi dulu anggaran perusahaan. Sebab, itu salah satu ujung tombak guna untuk semua kegiatan operasional," usulnya.

Sementara Dirut PDAM Trunojoyo Robert Balbut MM membenarkan kondisi tersebut. Namun, dia menepis tudingan Hernandi yang menilai pihaknya kurang proaktif dalam menangani belum cairnya anggaran penanggulangan bencana alam dan proyek pengaliran air bersih tersebut.

"Saya kira, kami sudah cukup proaktif dan sangat intens dalam memercepat proses pencairan anggaran tersebut. Buktinya, saat ini masih dalam proses dan kabarnya dana akan dicairkan dalam waktu dekat," ujarnya.

Terkait proyek pengaliran air bersih di Sumber Bancelok, dia pihaknya membenarkan bahwa dana dari Pemkab Sampang sebesar Rp 250 belum cair. Namun, dia menegaskan, proyek tersebut sudah direalisasikan dan diatasi menggunakan dana talangan milik perusahaan.

"Penyebab belum cairnya dana tersebut, lebih disebabkan adanya perubahan peraturan penggunaan anggaran. Termasuk karena adanya keterlambatan penandatanganan perda oleh Pj bupati Sampang yang saat itu dijabat Bapak Gubernur Jatim H Imam utomo," terangnya.

Dijelaskan, proyek pengaliran air bersih tersebut bertujuan untuk memerluas cakupan penyaluran air bersih di Desa Bringin Nonggal, Krampon, dan Desa Asem Rajah, Kecamatan Torjun. Selain membangun sumur, panel, listrik, dan jaringan pipa tranmisi, dana dari Pemprov Jatim sebesar Rp 300 juta juga digunakan untuk pembelian 3 unit pompa.

Tidak hanya itu. Pihaknya membangun pipa distribusi ke tiga desa sasaran yang ada di Kecamatan Torjun dan membeli asesoris sambungan pipa. "Tapi karena dana dari pemkab belum cair, 1 dari 3 sumur tersebut masih belum bisa melayani kebutuhan konsumen. Karena itu, kami berharap dana tersebut bisa cair sebelum tanggal 15 Desember 2007 mendatang," harapnya. (fiq)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 10 Des 2007

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home