Wednesday, September 19, 2007

Pisang Agung di Makam Agung

Dipercaya, Biasanya Selalu Ada Kejadian Besar
Setelah delapan tahun tidak lagi pernah muncul, di Makam Agung, Desa Makam Agung, Kecamatan Arosbaya, tiga batang pisang agung muncul. Oleh sebagian kalangan dipercaya, munculnya pisang agung ini adalah sebuah pertanda akan terjadinya sesuatu.
Salah satu dari tiga batang pisang yang tiba-tiba tumbuh dan nantinya menghilang tiba-tiba itu, kini sudah berumur enam bulan. Sedang dua batang lain masih baru tumbuh dua bulan lalu.

Juru kunci komplek pemakaman raja pertama kerajaan Islam Bangkalan itu meramalkan, hanya satu pisang saja yang bakal tetap hidup dan berbuah. Jika pisang tersebut terus tumbuh, orang yang percaya terhadap pertanda yang dibawa pisang agung akan menebak-nebak; apa yang akan terjadi?

Ada tiga pohon pisang agung muncul di dekat Makam Agung. Dua batang tumbuh berdekatan, sedang satunya lagi agak jauh. Tapi, diyakni, hanya satu batang saja yang bakal terus tumbuh hingga berbuah. Sedangkan dua pisang lain akan mati dan hilang.

Menurut juru kunci ke-10 komplek Makam Agung, Mat Nari, pisang agung hanya pernah dilihatnya tumbuh hingga berbuah sebanyak dua kali. Yakni pada tahun 1965 ketika terjadi pemberontakan PKI hingga turunnya Soekarno, yang kemudian diganti Soeharto sebagai presiden RI."Yang kedua, pisang agung muncul, tumbuh, dan terus hidup sampai berbuah pada tahun 1998 saat Soeharto turun," tutur Mat Nari.

Lalu, pada 2004 pisang agung sempat muncul dan tumbuh. "Tetapi tidak sampai berbuah. Hanya sampai umur lima bulan, pisang agung mati dan hilang begitu saja," kata Mat Nari.

Karena setiap kemunculannya selalu bersamaan dengan peristiwa-peristiwa besar, banyak orang yang percaya bahwa kemunculan pisang agung selalu membawa pertanda akan adanya peristiwa istimewa. Sedangkan bagi banyak orang lain, biji pisang agung banyak membawa kekeramatan. Sebab, tidak seperti pisang biji lain, biji pisang agung berbentuk biji tasbih. Dalam satu buah, bijinya mesti berjumlah 99 biji. "Bijinya sudah berlubang dan siap (diuntai) untuk dibuat tasbih," kata Mat Nari.

Keunikan fisik lain dari pisang agung adalah buahnya yang selalu berjumlah genap. Pisang biasa buahnya selalu berjumlah ganjil. "Jadi, tumbuhnya muncul tiba-tiba dari tanah di kompek Makam Agung ini. Buahnya juga tidak seperti pisang-pisang lain. Bijinya karena berbentuk tasbih, selalu dicari banyak orang," ujarnya.

Namun, menurut dia, yang paling menjadi perhatian di balik munculnya pisang agung di Makam Pangeran Onggu’, Panembahan Lemah Duwur, dan Raden Koro ini adalah pertanda yang dibawa. "Tidak tahu akan ada apa. Tapi, kalau pisang agung muncul, biasanya selalu ada kejadian besar," tadas Mat Nari.(RISANG VIMA WIJAYA)

Sumber: Jawa Pos, Jumat, 14 Sept 2007

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home