Wednesday, April 23, 2008

Gagas Program 150 Hari Kerja

Bupati Kholilurrahman-Wabup Kadarisman Sastrodiwirdjo mengagas program 150 hari kerja sebagai "proyek" di masa awal pemerintahannya. Program kerja itu sedikitnya dibagi tiga. Yakni, program rekonsiliasi; konsolidasi mekanisme pemerintahan dan peningkatan pelayanan masyarakat; dan program yang langsung menyentuh masyarakat.

Kholil menyatakan, masing-masing program nantinya dikonkretkan dengan sejumlah kegiatan. Untuk program yang menyentuh langsung masyarakat untuk menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan derajat kesehatan warga. "Semua program disinergikan untuk mengentas kemiskinan sebagai fokus dari program itu," katanya.

Program rekonsiliasi diberi tajuk menebar salam menuai sinergi dan menyapa rakyat menuai aspirasi. Dua kegiatan itu untuk menggalang semua kekuatan elemen masyarakat untuk bersama-sama menuju Pamekasan lebih baik dan maju. "Salah satunya berupa silaturrahim secara intensif dan open house. Kita akan dan harus dekat dengan rakyat," tegasnya.

Sedangkan program konsolidasi mekanisme pemerintahan dan peningkatan pelayanan, lanjutnya, untuk menata birokrasi agar lebih profesional guna meningkatkan pelayanan prima pada masyarakat. "Kita akan coba buka SMS center atau pos pengaduan masyarakat untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat ke arah percepatan pelayanan publik," katanya.

Untuk program yang langsung menyentuh masyarakat dibagi menjadi empat bidang. Antara lain, bidang ekonomi, pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan kesehatan. "Ini butuh dukungan dan partisipasi aktif warga. Kita tidak mungkin bekerja sendirian untuk menuntaskan sejumlah pekerjaan ini. Secara rinci, sudah ada konsep yang akan kita realisasikan secepatnya," terang Kholil. (yat/mat)

Sumber: Jawa Pos, Selasa, 22 Apr 2008

Monday, April 21, 2008

Persiapan Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Pamekasan 2008-2013

Dibatasi, Puluhan Karangan Bunga Ditolak

Hari ini bupati-wakil bupati Pamekasan, Kholilurrahman-Kadarisman Sastrodiwirjo, yang terpilih pada pilkada 5 Maret lalu dilantik. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyukseskan acara besar itu. Apa saja?

Wajah Pendapa Ronggosukowati di Jalan Pamong Praja terlihat cantik dan menawan. Beberapa dekorasi penuh aksesoris dan bunga dipasang di beberapa sudut. Empat tenda eksklusif yang didominasi warna merah putih terpasang di depan pendapa.

Hamparan karpet merah juga terlihat di beberapa sudut. Utamanya di dalam pendapa. Termasuk, di bawah empat tenda ekslusif di depan pendapa. Baliho plastik di bagian depan makin mempercantik perwajahan di sekitar pendapa.

Ratusan kursi dipasang rapi di beberapa sudut. Mulai dari dalam hingga luar pendapa di bawah tenda eksklusif. Khusus bagian dalam, kursi yang ditata mengesankan kemewahan, berbeda dengan kursi yang dipasang di bawah tenda.

Begitulah pemandangan yang terlihat di Pendapa Ronggosukowati kemarin sore. Tempat berlangsungnya pelantikan bupati-wakil bupati terpilih itu memang lebih cantik dibandingkan biasanya. Maklum, selain dalam rangka pelantikan juga menyesuaikan dengan ragam acara yang akan dihadiri tokoh-tokoh regional dan nasional.

Menurut catatan di panitia, di ring I (di areal pelantikan) dibagi tiga tempat khusus untuk undangan. Yakni, VIP A, VIP B, dan undangan biasa.

VIP A akan ditempati undangan high class. Mereka yang akan menempati lokasi ini mulai dari menteri PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal), pejabat dari beberapa kementrian, gubernur Jawa Timur dan pejabat pemprov, muspida se Bakorwil IV Madura. Termasuk juga Kapolwil Madura, Sekkab se wilayah Madura.

Sedangkan di VIP akan ditempati oleh keluarga besar bupati-wakil bupati terpilih, DPRD Pamekasan, tiga asisten Sekkab Pamekasan. Ditambah pejabat di lingkungan pemkab, para hakim PN, jaksa di kejari, KPU, panwaslu hingga tokoh masyarakat.

Dan, di undangan biasa akan ditempati beberapa pihak. Seperti keluarga besar bupati-wakil bupati terpilih, para Kapolsek dan Danramil, pengusaha, hingga kalangan LSM, dan wartawan. "Jumlah total undangan mencapai 1.600 orang. Rinciannya, sebanyak 774 undangan biasa, 105 undangan VIP A, dan sisanya VIP B," ujar Yudi, salah satu petugas pendapa.

Selain pemandangan dekorasi yang memukau dengan dukungan aksesoris dan bunga, ada pemandangan menarik lainnya. Seperti deretan karangan bunga yang dipasang di sisi kanan lokasi pelantikan. Jumlahnya belasan.

Menurut seorang staf pendapa, jumlah karangan bunga itu akan lebih banyak jika tidak dibatasi oleh pemkab. "Karangan bunga dibatasi paling lambat pukul 09.00 tadi pagi (kemarin, Red) masuknya ke areal pelantikan. Setelah itu, tidak diperbolehkan lagi," katanya.

Hal ini juga dibenarkan oleh seorang pengusaha karangan bunga, Jamal. Menurut dia, pemesan karangan bunga mencapai 30 orang. Namun, yang bisa dilayani hanya 10 orang. Semuanya berasal dari instansi, baik negeri dan swasta.

"Coba mungkin dibatasi sampai nanti malam (tadi malam, Red), mungkin masih bisa," katanya.

Karena itulah, Jamal mengaku terpaksa menolak pemesanan karangan bunga dari beberapa instansi pemerintah dan swasta. "Kebetulan memang ada juga yang pesan mendadak kepada kami. Sehingga, tidak memungkinkan selesai sebelum jam 09.00," jelas Jamal.

Secara terpisah, Sekkab Pamekasan Djamaludin Karim selaku ketua pelaksana pelantikan mengatakan, pihaknya memang sudah mengatur sedemikian rupa pelaksanaan pelantikan. Itu dilakukan agar pada saat pelaksanaan tidak ada masalah.

"Secara prinsip, kita sudah siap melaksanakan pelantikan. Persiapan kita bisa dikatakan sudah 90 persen," ujarnya melalui saluran telepon kemarin sore. (AKHMADI YASID)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 21 Apr 2008

Friday, April 18, 2008

Dwiatmo Diperiksa Lima Jam

Penyidikan Dugaan Korupsi CLM Jilid III

Penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian pertokoan CLM (Citra Logam Mulia) jilid III terus berlanjut. Kemarin (17/04) tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan memeriksa tersangka Dwiatmo Hadianto, mantan bupati Pamekasan periode 1998-2003.

Pemeriksaan kali ini kelanjutan dari pemeriksaan sebelumnya. Seperti diketahui, Senin (7/4) lalu Dwiatmo belum bisa diperiksa secara detail karena tidak didampingi penasihat hukum.

Pemeriksaan kala itu hanya sampai pertanyaan tentang kondisi kesehatan tersangka. Kemudian, ketika akan menginjak pada materi pemeriksaan, tim penyidik tidak melanjutkan. Sebab, berdasarkan ketentuan, tersangka yang diancam dengan hukuman lebih dari lima tahun penjara harus didampingi penasihat hukum.

Dwiatmo meminta waktu hingga kemarin untuk diperiksa kembali. Meski belum menyentuh pokok pemeriksaan, mantan orang nomor satu di Pemkab Pamekasan itu langsung ditahan. Dwiatmo dijebloskan ke sel khusus di Lapas Narkotika Klas IIA Pamekasan.

Nah, kemarin sesuai waktu yang diminta, Dwiatmo diperiksa tim penyidik. Pria asal Jogjakarta itu dijemput dari lapas sekitar pukul 10.00 dengan menggunakan mobil tahanan kejari.

Dwiatmo tiba di gedung kejari sekitar 10 menit kemudian. Dia langsung disambut penasihat hukumnya, Kuslan Hanafiah SH. Kemudian, Dwiatmo bersama Kuslan masuk ke ruang pidana khusus (pidsus) untuk proses pemeriksaan.

Di dalam ruang pidsus, Dwiatmo berhadapan dengan koordinator penyidik CLM jilid III, Sapawi SH, dan jaksa penyidik Anis Sugiharti SH. Seperti biasa, proses pemeriksaan terhadap Dwiatmo berlangsung tertutup. Pemeriksaan dihentikan sejenak untuk istirahat dan salat duhur.

Setelah itu, pemeriksaan kembali dilanjutkan. Dwiatmo baru keluar dari ruang pemeriksaan menjelang pukul 15.00. Mengenakan setelan kemeja warna coklat dipadu dengan celana hitam, Dwiatmo berjalan mantap menuju mobil tahanan.

Berbeda dengan waktu penahanan, kali ini Dwiatmo tanpa pengawalan dari petugas kejari. Dia hanya didampingi oleh kuasa hukumnya menuju mobil tahanan. "Ketemu lagi ya," katanya sambil menjulurkan tangannya kepada koran ini sambil melempar senyum.

Seperti pada saat akan ditahan, tak sedikit pun wajah Dwiatmo menunjukkan kesedihan. Bahkan, senyum khasnya tak pernah ketinggalan saat bertemu dengan staf kejari. Dia tetap tersenyum sampai akhirnya meninggalkan gedung kejari dibawa mobil tahanan menuju lapas.

Sayangnya, ketika dkikonfirmasi, Sapawi enggan merinci pemeriksaan tersebut. Alasannya, materi pemeriksaan hanya untuk konsumsi penyidikan, tidak untuk diketahui publik. "Mohon maaf, kalau menyangkut materi pemeriksaan kami tidak bisa menjelaskan," katanya dengan nada halus.

Jika tidak ada perubahan, Dwiatmo ditanya sekitar 38 pertanyaan oleh tim penyidik. Itu sebagaimana pernah disampaikan oleh Sapawi sebelum pemeriksaan Dwiatmo terdahulu.

Seperti diberitakan, pada CLM jilid III mantan Bupati Dwiatmo sudah ditahan. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi CLM.

Kasus CLM jilid III ini didasarkan laporan FPK (Fron Pemberantas Korupsi) Pamekasan. Setelah melalui tahapan panjang, tim penyidik menetapkan Dwiatmo tersangka.

Kasus CLM sendiri berawal dari pembelian CLM seharga Rp 7,5 miliar pada 2003. Kejaksaan saat itu menetapkan tersangka Djamaludin (pimpro) dan Herman Kusnadi (Kabag Tapem). Pada persidangan baik di PN (Pengadilan Negeri) maupun MA (Mahkamah Agung), keduanya diputus bebas meski ada temuan negara dirugikan senilai Rp 1,9 miliar. Kini, CLM jilid III dibuka dan menunggu penyelesaian berkas perkara atas nama tersangka Dwiatmo Hadianto. (zid/mat)

Sumber: Jawa Pos, Jumat, 18 Apr 2008

Monday, April 14, 2008

Akbar-Wiranto Duduk Bareng di Ketapang

Dua tokoh politik nasional, Akbar Tandjung dan Wiranto, kemarin bertemu di Kecamatan Ketapang, Sampang. Keduanya duduk bersama bukan terkait urusan politik. Tapi menghadiri undangan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Habib Alwi Ba’agil.

Di antara ribuan orang yang hadir, tampak Bupati Sampang Noer Tjahja, Kasdim Mayor Ach. Rifai, dan Wakapolres Sampang Kompol Suparman SH. Juga hadir cawagub Ridwan Hisyam.

Di kediaman Habib Alwi, Akbar dan Wiranto terlihat akrab. Keduanya duduk berdampingan. Baik saat menikmati masakan maupun sebelum memberikan sambutan.

Usai acara Mauludan, Bupati Noer Tjahja mendapat kesempatan pertama memberi sambutan. Disusul Akbar Tanjung, lalu Wiranto. Dalam sambutannya, Akbar lebih banyak menyampaikan sosok Rasulullah. Sedangkan Wiranto mengupas sejarah dan teladan Rasulullah.

"Kedatangan saya kemari (Ketapang, Red) bukan sebagai ketua partai atau politis. Tapi sebagai sahabat yang diundang pada acara Maulid Nabi SAW. Sebab, persahabatan saya dengan Habib (Habib Alwi Ba’agil, Red) sudah berlangsung lama sebelum saya memiliki jabatan, sebelum menjadi Pangab," kata Wiranto.

"Yang baik adalah seperti ini, bersahabat tidak memandang jabatan atau pangkat," tambah pria yang digadang menjadi presiden oleh Partai Hanura ini.

Sementara cawagub Jatim yang diusung PDIP Ridwan Hiysam yang ditanya soal peluang dalam pilkada Jatim tampak percaya diri bisa meraih suara lebih di Madura. "Dari sekian calon yang sudah pasti, hanya saya yang memiliki darah keturunan dari Madura. Sementara sikap parternalistik orang Madura itu tinggi," dalihnya.

Sebelum ke Ketapang, siangnya Wiranto hadir dalam peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di gedung Bakorwil IV Madura di Jalan Slamet Riyadi. Setelah itu, dia mengunjungi beberapa pondok pesantren. Pada malam harinya, ketua umum Partai Hanura ini menghadiri pelantikan 18 PAC Partai Hanura di Bangkalan.

Sementara Akbar Tandjung sebelum menghadiri Maulud Nabi di Ketapang, pagi hingga siang hari menjadi pembicara dalam Open Talk Grand Desain Madura Pasca-Suramadu di Kampus Unijoyo, Kamal, Bangkalan. (rd/mat)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 14 Apr 2008

Saturday, April 12, 2008

Masuk Tahanan Dwiatmo ‘Bernyanyi’

Buntut Pembelian Pusat Pertokoan Citra Logam Mulia

Ditahannya mantan Bupati Pamekasan, Drs Dwiatmo Hadiyanto dalam kasus dugaan penyelewengan dana dalam pembelian Pusat Pertokoan Citra Logam Mulia (CLM) menimbulkan efek bola salju. Pasalnya, dalam tahanan itu Dwiatmo banyak 'bernyanyi'. Salah satunya, ia mengatakan pembelian CLM atas usulan panitia anggaran (panggar) DPRD Pamekasan. Tentu saja komentar Dwiatmo membuat terkejut mantan anggota panggar DPRD Pamekasan periode 1999-2004.

M. Suli Faris, salah seorang anggota DPRD Pamekasan periode 1999-2004 yang juga mantan anggota panggar saat pembelian CLM, membantah komentar Dwiatmo. Dia menegaskan bahwa rencana pembelian CLM adalah murni usulan tim anggaran eksekutif.

"Tidak benar dikatakan usulan rencana pembelian itu dari panggar DPRD," tandasnya, Kamis (10/4). Suli yang kini menjadi Ketua Fraksi PBB DPRD Pamekasan lalu menjelaskan kronologi rencana pembelian CLM itu. Pada saat pembahasan ABPD tahun 2003menjelang selesai, di Pemkab ada sisa anggaran yang belum terserap ke program di APBD. Jumlahnya sangat besar, Rp 19 M. Panitia anggaran minta tim anggaran agar sisa dana itu dipakai untuk program prioritas usulan masyarakat. Maka disepakati dana Rp 19 M itu akan diarahkan pada kegiatan prioritas dewan atau aspirasi masyarakat yang dianggap penting.

"Kalau tidak keliru Rp 19 M itu dibagi menjadi Rp 6 M untuk aspirasi rakyat melalui dewan dan sisanya untuk aspirasi eksekutif yang tidak masuk dalam draf APBD. Mekanisme di DPRD saat itu adalah usulan dewan satu pintu melalui ketua fraksi. Saat itu didapat sekitar 67 usulan," urai Suli. Bagian dana RP 6 M oleh panggar DPRD dipakai untuk pembangunan jalan, jembatan, peningkatan mutu jalan dan lain sebagainya yang diusulkan warga. Sementara sisa dana (Rp 13 M) untuk aspirasi eksekutif yang tidak masuk draf APBD, salah satunya pembelian CLM.

"Jadi pembelian CLM itu aspirasi eksekutif. Saat itu juga ada pembelian sepeda motor, ada pendamping DAK, pengadaan obat kesehatan dasar untuk Dinkes dan lainnya," kata Suli.

Karena eksekutif tidak buat draf lagi, maka usulannya dititipkan pada usulan dewan, sehingga jadi satu dengan usulan dewan. Maka di lembaran usulan panggar DPRD ada usulan pembelian CLM, pembangunan jalan, jembatan dan lain sebagainya. "Jadi semua usulan dewan itu jangan diartikan semua dari dewan. Ada beberapa usulan titipan eksekutif, termasuk CLM. Tidak salah mekanisme seperti ini, katanya.

Terkait jumlah Rp 7,5 M untuk pembelian CLM, Suli menegaskan bahwa itu bukan harga, namun angka kesepakatan bersama panggar dan tim anggaran. Jumlah itu sebagai dana persediaan dengan sifat anggaran maksimal. Menuruit Suli, dalam PP No. 105/2000, anggaran yang disediakan DPRD kalau berkaitan dengan belanja, maka itu maksimal. Kalau terkait pendapatan, maka pedomannya adalah angka minimal.

"Apakah dana itu akan dipakai semua, itu kewenangan eksekutif. Karena itu dalam bukti bahwa anggaran itu prinsipnya maksimal semua proyek dan pengadaan barang itu harus melalui tahapan tender. Kalau CLM itu layak Rp 6 M, maka Rp 6 M yang dipakai, sisanya kembali ke kasda," urai Suli.

Karena itu, kasus CLM ini mengemuka. Pasalnya, harga pembelian CLM dianggap terlalu tinggi dan diduga ada mark up dalam prosesnya. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Jumat 11/04/2008

Tuesday, April 08, 2008

Digrebek, Penjudi Malah Kepung Kapolsek

Kapolsek Batumar-mar AKP Mustaufir dan anggotanya terlibat aksi dorong dan saling ancam melawan sekitar 30 orang massa penjudi sesuai menggrebek judi cap ji kie, di pasar Batu Bintang, Kecamatan Batumar-mar, Pamekasan, Sabtu (5/4) sekitar pukul 09.30. Nyaris saja Kapolsek bersama delapan anggotanya dikeroyok massa penjudi yang sudah mengepung mereka. Akhirnya Kapolsek Mustaufir memerintahkan anggotanya mundur dan segera meminta bantuan pasukan ke Polres Pamekasan.

Dalam waktu singkat, Kapolres Pamekasan AKBP Tomsi Tohir memimpin langsung sekitar 250 personel dengan membawa senjata lengkap mengepung Pasar Batu Bintang. Karuan saja, massa penjudi semburat kabur dan sebagian lagi membaur dengan pengunjung pasar yang mulai ramai.

"Pengerahan aparat ke lokasi perjudian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, menyusul keributan antara polisi dengan penjudi. Kami tidak mau main-main dengan penjudi. Jika mereka tetap menggelar judi kami akan menindak tegas," tegas Tomsi yang mengaku membawa pasukan dengan kekuatan penuh.

Kronologis peristiwa penggerebekan itu bermula ketika Kapolsek Mustaufir menerima laporan dari masyarakat ada sejumlah orang menggelar judi cap ji kie di dalam pasar. Kapolsek diiringi sejumlah anggota mendatangi lokasi dan menemukan para penjudi beraksi.

Melihat kedatangan petugas, kontan saja parapenjudi semburat melarikan diri. Mereka tidak sempat menyimpan peralatan perjudian yang baru mereka pakai. Akhirnya petugas kepolisian mulai memungut perlatan itu untuk disita dan dijadikan barang bukti (BB).

Berselang tidak berapa lama, ketika BB hendak dibawa ke Mapolek Batumar-mar, tiba-tiba parapenjudi itu datang lagi membawa bala bantuan sehingga total massanya menjadi 30-an orang. Massa mulai mengepung Kapolsek dan anggotanya. Salah seorang penjudi meminta BB itu dikembalikan kepada mereka. Tentu saja permintaan itu ditolak oleh Kapolsek Mustaufir.

Merasa menang dalam jumlah massa, penjudi mencoba merebut paksa paralatan perjudian yang dijadikan BB itu. Sementara petugas Polsek terus bersuaha mempertahankan. Akhirnya keributan tak terelakkan antara massa penjudi melawan petugas kepolisian. Dalam aksi dorong-dorongan itu, telepon selular salah seorang petugas hilang diduga direbut massa penjudi.

Memperhitungkan situasi dan kondisi tidak menguntungkan, Kapolsek Mustaufir memilih mundur dan mulai kontak telepon maupun handy talkie meminta bantuan personel ke Mapolres Pamekasan. Setelah bala bantuan datang, kondisi menjadi berbalik dan parapenjudi segera ambil jurus langkah kaki seribu alias kabur. (st30)

Sumber: Surya, Sunday, 06 April 2008