Tuesday, April 08, 2008

Digrebek, Penjudi Malah Kepung Kapolsek

Kapolsek Batumar-mar AKP Mustaufir dan anggotanya terlibat aksi dorong dan saling ancam melawan sekitar 30 orang massa penjudi sesuai menggrebek judi cap ji kie, di pasar Batu Bintang, Kecamatan Batumar-mar, Pamekasan, Sabtu (5/4) sekitar pukul 09.30. Nyaris saja Kapolsek bersama delapan anggotanya dikeroyok massa penjudi yang sudah mengepung mereka. Akhirnya Kapolsek Mustaufir memerintahkan anggotanya mundur dan segera meminta bantuan pasukan ke Polres Pamekasan.

Dalam waktu singkat, Kapolres Pamekasan AKBP Tomsi Tohir memimpin langsung sekitar 250 personel dengan membawa senjata lengkap mengepung Pasar Batu Bintang. Karuan saja, massa penjudi semburat kabur dan sebagian lagi membaur dengan pengunjung pasar yang mulai ramai.

"Pengerahan aparat ke lokasi perjudian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, menyusul keributan antara polisi dengan penjudi. Kami tidak mau main-main dengan penjudi. Jika mereka tetap menggelar judi kami akan menindak tegas," tegas Tomsi yang mengaku membawa pasukan dengan kekuatan penuh.

Kronologis peristiwa penggerebekan itu bermula ketika Kapolsek Mustaufir menerima laporan dari masyarakat ada sejumlah orang menggelar judi cap ji kie di dalam pasar. Kapolsek diiringi sejumlah anggota mendatangi lokasi dan menemukan para penjudi beraksi.

Melihat kedatangan petugas, kontan saja parapenjudi semburat melarikan diri. Mereka tidak sempat menyimpan peralatan perjudian yang baru mereka pakai. Akhirnya petugas kepolisian mulai memungut perlatan itu untuk disita dan dijadikan barang bukti (BB).

Berselang tidak berapa lama, ketika BB hendak dibawa ke Mapolek Batumar-mar, tiba-tiba parapenjudi itu datang lagi membawa bala bantuan sehingga total massanya menjadi 30-an orang. Massa mulai mengepung Kapolsek dan anggotanya. Salah seorang penjudi meminta BB itu dikembalikan kepada mereka. Tentu saja permintaan itu ditolak oleh Kapolsek Mustaufir.

Merasa menang dalam jumlah massa, penjudi mencoba merebut paksa paralatan perjudian yang dijadikan BB itu. Sementara petugas Polsek terus bersuaha mempertahankan. Akhirnya keributan tak terelakkan antara massa penjudi melawan petugas kepolisian. Dalam aksi dorong-dorongan itu, telepon selular salah seorang petugas hilang diduga direbut massa penjudi.

Memperhitungkan situasi dan kondisi tidak menguntungkan, Kapolsek Mustaufir memilih mundur dan mulai kontak telepon maupun handy talkie meminta bantuan personel ke Mapolres Pamekasan. Setelah bala bantuan datang, kondisi menjadi berbalik dan parapenjudi segera ambil jurus langkah kaki seribu alias kabur. (st30)

Sumber: Surya, Sunday, 06 April 2008

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home